Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jasa Indonesia Kirimkan TKI Demi Bantu Ekonomi Malaysia

15/04/20 | April 15, 2020 WIB Last Updated 2020-04-19T01:28:49Z


1DAYSOCIAL | Ketika Malaysia Meminta tenaga kerja dari Indonesia, Beberapa orang malaysia yang 'Minim' pengetahuan mengatakan bahwa Indonesia selalu meminta lowongan pekerjaan bagi TKW ke Malaysia.

Benarkah Indonesia'Pendatang Haram' bagi Malaysia? Faktanya, Pada 1969 Malaysia dilanda konflik antara etnis Melayu dengan Tionghoa (Chinese) yang menguasai sektor ekonomi. Akibatnya, roda perekonomian dan pembangunan negara Malaysia terganggu. 

Untuk mengatasi tersebut, Perdana Menteri saat itu yang menjabat Malaysia Tun Abdul Razak meminta bantuan kepada Presiden Soeharto. Sebagai negara muda dengan ekonomi yang lemah, Malaysia membutuhkan tenaga kerja tingkat atas dan memiliki pendidikan tinggi. 

Dengan bertambahnya tenaga kerja berpendidikan tinggi dan berkualifikasi pimpinan, Malaysia dapat menyeimbangkan perkembangan ekonomi antara etnis Melayu dan Tionghoa. Syarat dan kualifikasi TKI antara lain berpendidikan sekolah dasar sampai perguruan tinggi, beragama Islam dan rajin salat lima waktu.

“Syarat lain yang mesti saya pegang teguh, pengiriman TKI ke negara tetangga ini harus dijalankan dalam rangka silent operation (operasi senyap), tak bolah diketahui oleh rakyat Malaysia maupun Indonesia,” kata Agus Sudono dalam biografinya, Pengabdian Agus Sudono. Pimpinan operasi senyap pengiriman TKI adalah Tan Sri Gazali dari pihak Malaysia dan Ahmad Yusuf, kepala intelijen Malaysia, serta Benny Moerdani, konsul jenderal Indonesia di Malaysia.

Dalam kurun waktu yang cukup singkat pemerintah Indonesia berhasil merekrut 1.500 TKI sesuai persyaratan, di antara mereka terdapat dosen lulusan Universitas Indonesia dan perguruan tinggi lainnya, karyawan GIA (Garuda Indonesian Airways), dan perusahaan-perusahaan negara, Jadi bukan orang-orang 'abal-abal' yang dikirimkan oleh Pemerintah Indonesia melainkan orang-orang yang berpendidikan tinggi untuk membantu roda Perekonomian Malaysia.

Mereka diberangkatkan dengan kapal Bogowonto menuju Sabah, kemudian diteruskan ke Kuala Lumpur dan kota-kota lain di Malaysia. Operasi yang tersamar ini hampir bocor karena koran lokal di Sabah mempertanyakan mengapa begitu banyak para TKI yang berpendidikan tinggi yang masuk. Ketegangan antara TKI dengan pekerja dari Filipina di Sandakan juga hampir membocorkan proyek itu. 

Akhirnya proyek ini benar-benar sukses, Hampir tiga puluh tahun setelah pengiriman TKI, masih banyak di antara mereka yang menyangkut jabatan penting di Malaysia, seperti di RTM (Radio dan Televisyen Malaysia), MAS (Malaysian Airways), sebagai guru agama, pengurus masjid dan sebagainya. 

Seharusnya pemerintah Malaysia dapat menyelesaikan masalah pekerja migran ilegal atau nondokumen asal Indonesia dengan mengedepankan hak asasi manusia menengok sejarah bahwa TKI pun pernah berjasa dalam pembangunan Malaysia saat masih dalam keadaan yang muda.
×
Berita Terbaru Update